7.10.2006

Sebuah cerita yang (untungnya) tidak terjadi di kampusku

Beberapa hari yang lalu, aku kebetulan ketemu dengan seorang teman lama yang beda kampus ma aku. iseng2 nanya kabar dan perkembangan skripsinya. Dia bilang skripsinya terhenti ditengah jalan. Masalah biaya katanya. Aku trus nanya metode peneltiannya gimana, apakah ada kendala dari segi itu. Mungkin saja khan kalo metode penelitian yang rumit dan memerlukan jangka waktu lama akan menghabiskan banyak dana.
Setelah dijelaskan, ternyata bukan karena metode penelitiannya yang bikin dia mengalami kesulitan dana. Wong dia cuman ngambil data pembukuan dari perusahaan. Nggak pake pooling dan yang jelas gak lama untuk mendapatkan data tersebut. Dia bercerita kalo tidak memiliki dana untuk membayar dosen pembimbingnya.
"Lho kok bisa? Apakah dosen pembimbing boleh minta duit ke mahasiswa agar bia lulus?" batinku dalam hati.
Dia melanjutkan, bahwa kejadian dosen minta duit ke mahasiswa sudah merupakan hal yang wajar di fakultasnya. Hampir semua dosen pembimbing di fakultasnya melakukan hal itu. ada yang secara halus dan ada pula yang terang-terangan. Yah kalo tidak memberikan uang mustahil bisa lulus.
Saat salah satu temannya akan berkonsultasi, si dosen dengan santi berkata "Anakku pengen black forrest nih." Yah mau tidak mau temannya berangkat membeli Black Forrest. Kalo tidak, naskahnya tidak akan di ACC. Menurutnya sudah umum kalo setiap kali konsultasi, mahasiswa membawakan satu slop ( bukan satu bungkus) rokok atau membelikan Voucher pulsa untuk dosen pembimbingnya. Ada pula temannya yang lain memberikan PS II untuk anak dosennya, otomatis dia diluluskan dalam ujian skripsi.
Ada lagi yang bikin aku geleng-geleng kepala. Saat salah seorang temannya akan mengajukan naskah bab 4 dosennya mengatakan
Sudahlah, bab 4, 5 dan 6 saya saja yang mengerjakan. kamu nanti tinggal ujian saja dan pasti lulus. tapi saya minta ini, ( dosennya menggosok-gosokkan jempol dengan jari tengah dan jari telunjuk)

Aku hanya terbengong-bengong mendengarkan ceritanya. sempat meragukan tapi setelah aku tanyakan ke beberapa orang yang kebetulan sekampus dengannya memang begitulah keadaannya.
ah untunglah kejadian seperti itu tidak terjadi di kampusku. yaa, paling mahasiswa disuruh ngerjain proyek dosen, dibiayai sekripsinya trus datanya dipake buat tesis atau desertasi dosen pembimbingnya. yang jelas kan sama-sama untung.
Lah bukankah seharusnya kuliah itu bikin mahasiswa jadi pinter? kalo kejadian seperti itu kan malah bikin mahasiswanya jadi bodoh. bikin mahasiswanya menyelesaikan semua masalah dengan duit. edan! lah kalo suap menyuap sudah mendarah daging bagaimana nasib bangsa ini ke depan?
bukan cerita fiksi, temenku kuliah di sebuah kampus swasta di daerah Semolowaru, Surabaya.

12 comments:

sefawkes said...

pinter aja ternyata nggak cukup yo lung..."prihatin"

Lala said...

iya ih memprihatinkan sekali, semena-mena gitu dosen pembimbingnya... mahasiswanya nggak ada yang berani protes atau apa gitu.. trus kalo nggak punya duit ra lulus lulus noo...

devie said...

waduh! aku yo kuliah daerah kunu kang! mugo2 duduk kampusku?

[mugo2 fak teknik nggak gitu]

alarix said...

lha yo kampus mu kui din, yo lung yo? mangkane ket saiki ngumpulno black forrest, playstation 2, rokok 12 selop, starter pack + pulsa lippo sama duit puluhan juta ^^

~fitri~ said...

ck ck ck....

chantee said...

ck..ck..ck..edan, emang ada yah med yg kaya gitu? mugo2 buka kampusku med, lha kampusku daerah kono pisan...

T A T A R I said...

deeuuuhh..segitu ya yah lung???
prihatin aku bacanya..
orang pinter kalah ama orang yg punya duit..
ck..ck..ck..

Nisa said...

Hmmmmmm.....
jaman makin error aja...
udah pendidikan di Indonesia ini masuk kategori kurang, malah dibikin makin jongkok aja..
hiks... sedih....

Herbi said...

Aku sebenarnya turuk berduka cita terhadap dunia pendidikan kita. Gimana bangsa kita mau maju kalo pihka yang seharusnya memberikan pelajaran malah berlaku yang tidak seharusnya? Untung sih aku gak ngalamin kejadian kayak gitu waktu lagi nyusun skripsi. Money talks gitu...Well, looks what money can do ???

devie said...

#bintangjatuh : lak iku seh wes mulai nglumpukno kang, wes sue pengen PS2 soale. :P

Rara Vebles said...

Waahh.. gila ya Lung.. Udah, "selesaikan" aja.. Dosen macam gitu kok dipelihara..

Sing bener yo "Proyek Saling Menguntungkan" itu ya Lung.. Proyek2 gini bikin mahasiswa seneng.. Penelitian & cari data disangoni.. :p

Evil Dosen said...

evil dosen said: "Salut... Manfaatkan waktu selagi jadi dosen, kapan lagi..? peduli amat dengan anak didik jadi pinter ato nggak.. Pinter kan bisa diperoleh di luar kampus, seperti balung pintar nge-disain belajarnya kan nggak dari dosen. Ke kampus itu tujuannya kan supaya dapat gelar.... Nyata-nya capek2 ngajarin ilmu disain pada mahasiswa saya yang saya anggap pintar, sekarang dia milih jadi sekretaris toko semen, waktu luang dia pakai bisnis MLM..."..

*Ini kan ilmu moral yang kita peroleh bertahun-tahun meniru dari pada para yang terhormat* Hidup Indonesia!!! Hidup jaman Edan!!!